pemain sepakbola terbaik

Ahn Jung Hwan

Pemain Terbaik Sepakbola Asal Korea Selatan

Kiprah sepakbola Korea Selatan patut menjadi barometer, khususnya di benua Asia. Betapa tidak, selain menghasilkan banyak pemain bintang, Korea Selatan juga sukses menjadi kontestan dalam rangkaian perhelatan piala dunia. Prestasi gemilang mereka terukir indah pada piala dunia 2002. Bertindak sebagai tuan rumah bersama Jepang, Korea Selatan menghentak dunia persepakbolaan. Tim berjuluk Kesatria Taeguk ini melenggang masuk ke babak semi final. Korea Selatan jadi tim satu-satunya dari Asia yang sukses menembus fase empat besar di turnamen sejagat yang digelar empat tahunan itu.

Prestasi ini tak lepas dari kepiawaian pemain terbaik Korea Selatan. Salah satunya adalah Ahn Jung Hwan. Pemain bernomor punggung 19 ini mencetak gol penentu kemenangan di babak perempat final. Gol pemain jangkung di paruh injury time itu memaksa Italia mengubur impian melaju ke semi final.

Bintang Ahn Jung Hwan mulai bersinar saat mulai merumput di benua Eropa. Pesepakbola jangkung ini menjajal panasnya kompetisi Serie A Italia. Manajemen Perugia memboyong Ahn jung Hwan dari klub lokal Korea Selatan, Pusan I’Cons pada tahun 2000. Tapi, nasibnya tak bertahan lama. Manajemen Perugia pula yang langsung mencoret Ahn Jung Hwan pasca Korea Selatan memulangkan Italia. Selama dua tahun memperkuat Perugia sejak 2000-2002, pemain bintang kelahiran 27 Januari 1976 itu mencetak 5 gol.

Lepas piala dunia 2002, Korea Selatan terus menelurkan pemain-pemain terbaik Mereka merumput di liga-liga Eropa seperti Italia, Belanda, Jerman dan Inggris. Pada piala dunia 2006, skuat Korea Selatan diperkuat oleh pemain bintang yang cukup bersinar di liga internasional. Sebut saja pemain Manchester United, Park Ji-Sung. Pemain terbaik Korea Selatan ini berposisi sebagai gelandang dan sayap.

Piala dunia sebelumnya, pemilik nomor punggung 13 di Manchester United ini belum begitu bersinar. Dia lalu meninggalkan liga domestik di Kyoto Purple Sanga untuk menjajal negeri sepakbola Belanda. Di negeri kincir angin ini, Park Ji-Sung bergabung di PSV Eindhoven. Pada musim liga 2005, pelatih Sir Alex Ferguson memboyong bintang terbaik Korea Selatanini ke Old Traffor, bergabung ke Manchester United.

Selain Park Ji-Sung, skuat Korea Selatan juga diperkuat oleh Lee Young Pyo. Di liga internasional, Lee Young Pyo merumput di Tottenham Hotspur. Dia juga memulai karir  internasional di PSV Eindhoven. Setelah empat tahun di Inggris, Lee Young Pyo bergabung ke Borussia Dormund. Dia menjadi bintang nasional Korea Selatan dalam kurun waktu 1999-2011.

Baca Juga : Bandar Judi Bola Online Terpercaya di Indonesia

Kecemerlangan Korea Selatan pada piala dunia 2002 tidak dapat dipertahankan empat tahun selanjutnya. Pemain-pemain terbaik Korea Selatan tertahan di babak penyisihan. Pada laga penentuan melawan Swiss, mereka menyerah 0-2.

Di piala dunia Afrika Selatan tahun 2010, skuat Korea Selatan masih dominan diperkuat bintang-bintang yang berlaga di liga domestik dan Asia. Bahkan striker tangguh Jubilo Iwata, Lee Keun-ho, tidak diikutkan. Dia kalah bersaing dengan pemain depan Lee Dong-gook, mantan penyerang Middlesbrough.

Hanya beberapa pemain terbaik Korea Selatanyang merumput di Eropa yang masuk dalam daftar skuat. Mereka di antaranya pemain tengah Celtic FC, Ki Sung-yueng, Lee Chung-yong yang bermain di Bolton, Inggris, Park Chu Young, bintang depan AS Monaco. Korea Selatan juga tetap bertumpu pada gelandang terbaik Manchester United, Park Ji-sung.

Di babak penyisihan, bintang-bintang terbaik Korea Selatan membangkitkan harapan untuk mencetak sejarah kembali. Mereka lolos ke babak16 besar setelah menenpati posisi runner up di penyisihan grup. Bintang-bintang Korea Selatan mengalahkan Yunani 2-0. Satu gol dicetak oleh Park Ji-sung. Mereka kalah dari tim Argentina 1-4. Satu-satunya gol Korea Selatan dicetak oleh Lee Chung-yong.

Dipertandingan ke tiga babak penyisihan, Korea Selatan bermain imbang 2-2 melawan Nigeria. Satu gol dicetak oleh Park Chu Young. Mengemas empat angka, Korea Selatan menembus babak16 besar. Di fase ini, pemain terbaik Korea Selatan menantang tim tangguh asal Amerika Latin, Uruguay. Tapi, dua gol Luiz Suarez mengandaskan harapan ParkJi-sung dan kawan-kawan untuk melaju lebih jauh. Anak-anak Korea Selatan hanya mampu membalas satu bola melalui kaki Lee Chung-yong.

Tim nasional Korea Selatan kembali lolos berlaga di piala dunia Brazil 2014. Mereka lolos meski tanpa pemain bintang yang tidak begitu bersinar di liga internasional. Sejumlah pemain bintang mereka yang bermain di liga Eropa yakni Ki Sung-sueng di Sunderland, Inggris, Lee Chung-yong di Bolton Wanderers, Inggris, So Heung-min di Bayer Leverkusen, Jerman, dan dua penyerang mereka Park Chu-young di Watford dan Koo Ja-cheol yang bermaindi FSV Mainz05, Jerman.

Denganpemain-pemain terbaik itu, Korea Selatan  tak mampu berbicara banyak. Korea Selatan satu grup dengan  Belgia, Rusia, dan Aljazair. Di babak penyisihan, mereka kalah dari Aljazair dan Belgia. Melawan Rusia, bintang-bintang Korea Selatan harus puas bermain imbang 1-1.

Baca Juga : Partner Agen Sbobet Terpercaya dan Maxbet Indonesia

Di piala dunia Rusia 2018, Korea Selatan hadir dengan penuh keberanian. Arsitek tim, Shin Tae-yong mengambil risiko yang tidak mengikutsertakan bintang lapangan klub Inggris, Crystal Palace, Lee Cung-yong. Sang pelatih lebih memilih Lee Seung-woo. Bintang Korea Selatan yang muda ini adalah alumni akademi La Masia, Barcelona. Dia telah dikontrak oleh Hellas Verona, Italia.

Bintang lain yang diikutkan adalah striker klub Inggris, Tottenham Hotspur, Son Heung-min. Tim Korea Selatan dipimpin oleh Sung-yueng, yang musim ini memilih hengkang dari klub Inggris,Swansea City. Di tangan Sung-yueng, tersemat ban karet sebagai kapten kesebelasan.

Minimnya pemain bintang tak membuat nyali Korea Selatan ciut. Mereka bertolak ke Rusia dengan target minimal bisa lolos ke fase 16 besar. Pemain terbaik Korea Selatan beradu dengan pesepakbola sarat pengalaman dari Jerman, Meksiko, dan Swedia dalam babak penyisihan grup.

Baca Juga : Kapten Timnas Terbaik di World Cup 2018

Korea Selatan menjadi tim underdog di piala dunia kali ini. Pada pertandingan pertama melawan Swedia, Korea Selatan kalah 0-1. Pada laga kedua menghadapi Meksiko, Sung-yueng dan kawan-kawan memendam mimpi berlama-lama di Rusia. Mereka bertekuk lutut di kaki pemain-pemain Meksiko dengan skor 1-2.

Pada partai ketiga, Korea Selatan tetap turun dengan skuat penuh, meski hasil partai ini tak berdampak apa-apa. Tapi, lawan yang mereka hadapi tidak sembarang. Jerman yang berpredikat sebagai juara bertahan. Di atas kertas, Jerman diprediksi akan mudah mengalahkan Korea Selatan. Bekal kekalahan Korea Selatan di dua laga sebelumnya menjadi ukuran statistik. Belum lagi, tim Der Panzer wajib memetik kemenangan untuk memastikan lolos ke 16 besar.

Tapi, rupanya bintang-bintang Korea Selatantak mau kehilangan muka untuk ketigakalinya. Mereka tampil ngotot melawan. Bertahan dan ikut menyerang. Beberapa kali serangan pemain depan terbaik mereka mengancam gawang Jerman yang dijaga ketat Manuel Neuer.

Babak pertama berakhir tanpa gol. Memasuki babak kedua, bintang kesebelasan tim saling jual beli serangan. Tapi, pertahan kedua tim terlalu tangguh untuk ditembus. Hingga babak kedua mau berakhir, tak ada tanda-tanda akan tercipta gol. Di paruh perpanjangan waktu, pemain-pemain belakang Jerman mulai lengah. Peluang ini dimanfaatkan penyerang Korea Selatan untuk meningkatkan tensi serangan. Hasilnya dalam kurun waktu lima menit, gawang Jerman kebobolan dua bola.

Korea Selatan memang tak melaju ke babak selanjutnya namun, kemenangan itu menjadi sejarah baru bagi pemain pemain Korea Selatan. Kim Young-gwong dan Son Heung-min layak menjadi pemain terbaik pada laga itu. Keduanya menciptakan gol dan mempertahankan mitos sepakbola yang menggagalkan juara bertahan di babak penyisihan. Meski tersingkir lebih awal, tapi tim Korea Selatan disambut suka cita dan penuh kebanggaan.